Simbol Sukses Menurut Islam

  • Pengertian Simbol Sukses

Simbol berarti abstraksi atau representasi dari suatu hal yang konkrit. Sukses dapat berarti berhasil mencapai sesuatu yang dikehendaki atau diinginkan. Sukses bersifat relatif bergantung dari pengetahuan tentang hakikat sukses yang sebenarnya.

Oleh karena itu yang dimaksud dengan simbol sukses adalah representasi untuk mencapai sesuatu yang dikehendaki dan diinginkan.

  • Langkah Hidup

Langkah-langkah untuk mencapai sukses dalam kehidupan disebut langkah hidup.

1. Pikiran adalah langkah hidup

Pikiran manusia bukan saja sebagai alat, tetapi juga merupakan suatu kontrol/kendali. Karena pikiran juga merupakan suatu kendali berarti ikut menentukan apa-apa yang kita lakukan. Itulah sebabnya kita harus hati-hati dalam memberi masukan ke dalam otak kita. Kita harus selalu memeriksa isi pikiran kita dan mengisinya dengan pikiran kita.

2. Ucapan adalah langkah hidup

Ucapan adalah nilai dan isi yang terkandung di dalamnya. Ucapan yang memiliki nilai dan isi yang baik akan menyelamatkan kita, sebaliknya ucapan yang buruk akan membinasakan kita. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaklah berkata yang benar atau diam.” (HR. Bukhari Muslim)

3. Tindakan adalah langkah hidup

Seseorang membutuhkan tindakan untuk mencapai sukses. Jika tindakan (amal) yang dilakukan itu kebajikan, maka berlakulah barang siapa yang menanam dia akan memetik hasilnya. Sebaliknya tindakannya berupa kemaksiatan, maka berlakulah barang siapa menggali lubang maka ia akan terperosok ke dalamnya. Kedua prinsip tersebut berlaku di dunia dan di akhirat, atau kedua-duanya. Bukankah manusia hanya berusaha sedangkan Allah yang menentukan? (QS. Ar Rad (13) : 11)

  • Simbol Sukses dan Simbol Gagal

Pikiran, ucapan dan tindakan adalah faktor internal manusia. Ketiganya merupakan langkah hidup. Setiap langkah hidup yang makin mendekatkan seseorang ke tujuan yang dikehendaki disebut sebagai simbol sukses. Sedangkan sebaliknya adalah simbol gagal.

Faktor eksternal yang juga menentukan langkah hidup diantaranya adalah lingkungan. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya bergaul dengan teman yang baik dan orang yang jahat adalah seperti bergaul dengan minyak wangi dan pandai besi. Teman penjual minyak ewangi itu boleh jadi akan memberi minyak wangi kepadamu atau kamu dapat membelinya atau paling tidak kamu akan mendapat bau harum darinya. Sedangkan teman pandai besi boleh jadi akan membuat pakaianmu berlubang (terbakar) atau paling tidak kamu ikut hangus dengannya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Faktor eksternal yang juga ikut menentukan langkah hidup di antaranya adalah lingkungan. “Sesungguhnya perumpamaan bergaul dengan teman yang baik dan orang yang jahat adalah seperti bergaul dengan penjual minyak wangi dan pandai besi. Teman penjual wangi itu boleh jadi akan memberi minyak wangi kepadamu atau kamu dapat membelinya atau paling tidak kamu akan mendapat bau harum daripdanya. Sedangkan teman pandai besi boleh jadi akan membuat pakaianmu berlubang (terbakar) atau paling tidak kamu ikut hangus dengannya.” (HR.Bukhari-Muslim)

  • Peranan Niat dalam Mencapai Sukses

Kita harus yakin bahwa sukses yang kita kejar di dunia ini semata-mata karena mengharap ridha-Nya. Bukan karena mengharapkan ridha manusia.

  • Sukses di atas Sukses

Menurut Al Qur’an yang dimaksud orang yang sukses adalah orang yang masuk ke dalam surga dimana Allah ridha kepada mereka dan mereka ridho kepada Allah. Dengan demikian tujuan hidupnya adalah mencapai ridha Allah. (QS. Ali Imran (3) : 185, Al Bayyinah (98).

  • Tiga Tipe Manusia
  1. Tipe manusia yang memiliki simbol gagal. Gagal di dunia dan di akhirat.
  2. Tipe manusia yang memiliki simbol sukses, tapi tidak memiliki niat ikhlas. Sukses di dunia, gagal di akhirat.
  3. Tipe manusia yang memiliki simbol sukses dan didasari oleh niat yang ikhlas. Sukses di dunia dan di akhira.
  • Hidup Sukses

Apabila kita mau merujuk kepada firman Allah dalam Surat Al-Mukminuun ayat 1-5, maka ada lima kiat mencapai hidup yang sukses:

1. Orang yang beriman kepada rukun iman yang keenam. Iman adalah keyakinan yang merupakan fondasi dalam beragama. Di era globalisasi ini banyak sekali godaan yang akan membuat iman seorang goyang, yang kadang-kadang menjerumuskan orang kepada kemusyrikan dan ke-kafiran.

2.  Tetapi orang yang kuat imannya, apakah ia pejabat aparatur negara, hidupnya akan sukses dan bahagia, karena ia tidak mau menyelewengkan kekuasaan dan amanah yang diberikan kepadanya. Mereka yang banyak menghuni penjara saat ini adalah orang-orang yang tidak beriman.

3. Orang yang khusyuk dalam salatnya. Salat sebagai tiang agama yang harus didirikan oleh seorang muslim. Salatlah yang membedakan seorang muslim dengan orang kafir. Salat membentengi diri dari perbuatan keji dan munkar. (QS Al-Ankabuut 45). Orang yang memelihara salatnya maka akan bahagia dan sukses.

4.   Orang yang menjauhkan diri dari perbuatan keji dan perkataan yang tiada berguna (sia-sia). Perbuatan sia-sia dalam arti tidak mendatangkan manfaat, dicela oleh agama bahkan sampai di-kelompokkan orang-orang yang merugi. Sebaliknya Allah SWT memuji orang-orang yang melakukan perbuatan yang baik dan memberi manfaat kepada orang lain.

5.   Orang-orang yang membayar zakat. Sungguh beruntung orang bila harta yang diperolehnya telah sampai target haul dan hisab, maka zakatnya dikeluarkan untuk membantu sesama, untuk meringankan beban fakir dan miskin di samping bernilai ibadah di sisi Allah SWT dari zakat yang dikeluarkan, namun juga bagi muzakki akan mendatangkan manfaat. Hal ini sebuah simbol kesuksesan seseorang yang sekaligus lambang kesyukuran dalam berusaha dengan didatangkan rezeki yang lebih dan juga harta jadi bersih.

6.   Orang-orang yang menjaga kehormatan atau kemaluannya. Muncul kasus selingkuh merupakan singkatan dari “sebab lingkungan keluarga kurang utuh” salah satu faktor penyebabnya adalah kehormatan yang diumbar, kemaluan yang dipamerkan, aurat yang dipertontonkan, tertipu dengan rayuan iblis setan, sedangkan ajaran agama jelas dengan tegas mengharamkan pamer aurat dan demonstrasi kemaluan seperti firman Allah SWT dalam Alquran yang berbunyi: “Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak padanya.” (QS Nuur 31).
Kasus perselingkungan dan perbuatan mesum hampir setiap hari menghiasi halaman surat kabar. Semakin dirazia semakin muncul, penyebabnya tidak lain karena lemahnya iman dan tidak mampu memelihara kemaluan dan kehormatannya.

Oleh karena itu, mari kita sama-sama, step by step kata wong kulon, mulai detik ini berubah haluan; dari tidak baik menjadi baik, dari yang bermoral bejat ke bermoral baik, dari tidak beradab menjadi beradab, dari kelakuan binatang menjadi berprikemanusiaan, agar hidup kita penuh warna dan bermakna dihadapan Allah Azza Wajalla.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: