Perjuangan di Bulan Ramadhan

Bulan ramadhan merupakan bulan yang sangat penuh berkah dan bermakna bagi seluruh umat, karena di bulan yang suci  begitu banyak momen penting uang terjadi. Pada bulan inilah manusia merasakan berbagai macam cobaan, baik cobaan berupa musibah maupun berupa nikmat.

Salah satu moment terpenting bagi bangsa Indonesia yaitu pada saat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Peristiwa tersebut bertepatan dengan  bulan Ramadhan dimana pada masa itu bangsa Indonesia dan nenek moyang-nenek moyang kita berjuang demi mewujudkan kemerdekaan. Dapat kita bayangkan betapa besar pengorbanan mereka untuk bangsa ini. Mereka sekuat tenaga berjuang mengorbankan fisik, pikiran, mental maupun harta mereka. Mereka dijajah kurang lebih 3,5 abad oleh bangsa lain .selain dijajah secara real, bangsa indonesia juga dijajah secara batin di dalam diri mereka sendiri dengan berbagai macam godaan setan dengan berbagai berontakan-berontakannya.

        Apabila kita melihat kilas balik dari perjuangan terdahulu, pasti kita tidak akan tega melihat saudara kita sendiri terjajah oleh  berbagai macam unsur. Bersyukurlah kita sekarang dapat merasakan nikmat dari hasil perjuangan mereka tanpa harus ikut berjuang dan sungguh beruntung kita sekarang hidup di zaman yang sudah merdeka dan hanya bisa merasakan nikmat udara-udara perjuangannya saja. Tapi  apakah benar manusia bangsa Indonesia sudah benar-benar terbebas dari penjajah an tidak perlu perjuangan lagi???

Sejatinya manusia tidak terlepas dari kata ” berjuang ”, bukan hanya berjuang untuk melawan penjajah bangsa lain di bulan ramadhan saja, tetapi setiap saat bahkan setiap waktu kita terjajah oleh nafsu yang datangnya dari setan. Amarah, emosi, terkadang melekat dalam diri dan sulit untuk di hilangkan. Hmmmmm,,,, apalagi di bulan suci ramadhan ini, seakan-akan semua ambisi tidak bisa terkendali.

Perjuangan di bulan ramadhan belum berakhir pada kemerdekaan saja, namun sampai akhir hayat manusia akan terus dijajah oleh musuh yang benar-benar melekat dalam diri. Marilah kita bersama-sama melawan musuh terdekat kita, yaitu musuh sejati yang tidak pernah hilang dalam diri manusia.

Hanya dengan senjata kekuatan iman lah kita dapat bertahan dalam perlawanan ini. Selamat berjuang, , , ( Fitria )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: